2014, Pemerintah Targetkan e-learning di Seluruh SMP   Leave a comment


Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan pada tahun 2014, seluruh Sekolah Menengah Pertama di Indonesia sudah menerapkan program pembelajaran berbasis teknologi informasi (e-learning). Kementerian ini juga menobatkan Yogyakarta sebagai pionir program e-learning di Indonesia, karena daerah ini telah memulai pelaksanaan program-program berbasis teknologi informasi di sekolah atau e-education.
Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan hingga saat ini di Indonesia, program pengajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) baru diresmikan pada 110 sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta saja.

“Untuk tahap selanjutnya kita targetkan TIK ini sudah diterapkan pada 500 sekolah yang terdiri dari 300 SD dan 200 SMP di DI Yogyakarta,” kata Tifatul saat meresmikan Program e-education di SMP Negeri 1 Bantul, Yogyakarta, Sabtu 26 Maret 2011. “Dan pada 2014, untuk seluruh SMP di Indonesia sudah e-learning.”

Turut hadir di acara tersebut, Gubernur Provinsi DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA), Kohara. Selain menobatkan Yogyakarta sebagai daerah pionir yang memprakarsai program e-learning, pemerintah juga mencanangkan Yogyakarta sebagai Cyber Province melalui pelaksanaan ‘Jogja Gateway.’

Progam ini merupakan bentuk kerjasama Pemerintah RI dan Jepang yang dimediasi JICA, dalam bentuk penyediaan perangkat teknologi informasi melalui pinjaman lunak pemerintah Jepang.

Perwakilan JICA, Kohara, menuturkan sejak Maret 2007 Pemerintah Jepang melalui JICA telah memberikan dukungan dana dalam bentuk pinjaman lunak untuk pelaksanaan proyek TIK guna meningkatkan mutu pendidikan di Yogyakarta. “Di bawah skema pinjaman luar negeri Jepang sebesar Rp 315 milyar dan akan berakhir pada 2015 nanti,” kata dia.

Menurut Menteri Tifatul, pelaksanaan program ini sempat terkendala karena ada permasalahan teknis administratif antara Kementerian Kominfo dan JICA. Bencana Merapi di Yogyakarta pada 2010 juga membuat program ini sempat molor.

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional, Suyanto, mengatakan saat ini baru 40 persen SMP di Indonesia yang mempunyai lab komputer sendiri.

Adapun soal penerapan program e-learning di Yogyakarta dengan persebaran di semua kabupaten hingga mencakup wilayah pelosok, menurut Sultan HB X akan kian mengikis kesenjangan informasi antara masyarakat pedesaan dan perkotaan.

“Tak perlu minder tinggal di desa dan pelosok. Sekarang kita bisa sama dalam memperoleh informasi,” kata Sultan, yang bersama menteri Tifatul mempresentasikan komunikasi video atau video call dengan siswa SMP Negeri 1 Patuk, Gunung Kidul.

Program pendidikan berbasis TIK ini meliputi penyediaan perangkat TIK, pembelajaran serta pelatihan. Perangkat TIK meliputi 21 unit personal computer untuk laboratorium komputer di sekolah dan pembangunan Internet Data Center di Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan Dinas Dikpora DI Yogyakarta.

Sedangkan soal perawatan perangkat TIK tersebut, pemerintah pusat menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah melalui penganggaran APBD. “Supplier yang bertanggung jawab untuk perawatan, dan anggaran dari Pemda. Kalau nanti keberatan, mungkin pusat akan turun tangan lagi,” kata dia. (ti)

Posted February 2, 2011 by www.latahang.com in Uncategorized

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: